Senin, 02 Agustus 2010

beethoven virus episode 8

Maestro Kang Gun Woo menyindir Du Rumi habis-habisan bahwa dia tidak mempunyai kesadaran akan penderitaan yang akan dia alami jika dia mengalami ketulian nanti. Maestro Kang lalu menunjuk danau di depan mereka. Bahwa kengerian yang akan Ru mi hadapi bagai tenggelam di danau tersebut yang dalam, kotor, sunyi dan tak bertepi, membuat orang yang masuk kedalamnya bisa mati karena putus asa.
"Tapi jika kau bisa mengatasinya akan bagus bagimu. Jika kau tak percaya lompat saja!selama in ikamu cuma tampak acuh tak acuh saja", sindir maestro Kang.
Durumi sakit hati karena terus di sindir maestro kang. Dia lalu beniat bertindak nekad. Dia lari ke arah danau dan langsung melompat ke dalamnya.
Maestro Kang kaget. Dia hendah mencegah tapi tak berhasil.

Du rumi tenggelam di danau, dia berusaha naik tetapi tak berhasil karena terlalu dalam.
Dia mulai pingsan. Saat mulai tak sadar dia sayup-sayup mendengar bunyi sedang bermasin musik. Dia menghampiri asal suara itu dan dia melihat kwartet yang bermain alat musik gesek membawakan komposisi yang indah.

Maestro Kang panik karena durumi tak muncul-muncul.Dia lalu meminta tolong pada orang lain. Orang asing itu menegur maestro kang ketika diberitahu ada gadis yang sudah tenggelam beberapa menit. Orang asing itu langsung terjun ke danau mencari Du Rumi.

Saat sadar Du Rumi sudah berada dalam mobil yang dikendarai maestro Kang. Selama ini ternyata maestro kang pura-pura tidak bisa menyetir mobil. Tapi yang membuat Rumi kesal karena maestro Kang ternyata tak bisa berenang dan beraninya memprovokasi orang lain untuk terjun ke danau.

Rumi lalu mengatakan bahwa dia merasakan tidak mendengar. dia merasakan bahwa keheningan itu juga ternyata membawa kedamaian
"Tapi aku merasa kesepian sangat kesepian", lirih Rumi sedih

Maestro Kang membawa Rumi ke rumahnya dan memberikannya sup hangat. Maestro Kang mengatai rumi bodoh karena mudah terpancing dan main lompat ke danau segala.
Rumi gantian menakut-nakutinya.
"Seandainya tak ada yang menolong aku, lalu aku mati. apa yang maestro pikir untuk menghilangkan jejak/bukti supaya tidak dituduh membunuh?", sindir Rumi
"Aku hanya terpikir bahwa aku tak bisa melihatmu lagi", kata maestro Kang serius
Rumi tertegun mendengar jawaban itu. Maestro Kang buru-buru mengoreksi jawabannya (dasar jaim banget)
"Iya aku jadi tidak bisa mengerjaimu lagi"
Maestro Kang lalu menyuruh Rumi mandi dan mengatainya bau amis danau itu membuat bau rumahnya tidak enak. Rumi mandi di sana dengan malu-malu, selesai mandi maestro Kang ternyata telah menyiapkan celana dan kemejanya untuk dipakai Rumi.



Kang Gun Woo Junior bahagia akan pulang kembali ke rumah. Dia membelikan maestro Kang wine spesial kesukaannya, walau harganya mahal.
Ru Mi selesai mandi dan malu dengan baju yang kedodoran. Tak lama kemudian dia dan maestro Kang heran karena ada seseorang membuka pintu dan masuk.
Dan ternyata itu Gun Woo. Gun Woo sama-sama heran melihat Rumi di sana.
"Sedang apa kamu di sini?", tanya Gun Woo heran
"Aku baru saja mandi tadi aku jatuh ke danau", kaa Rumi salah tingkah.
Gun Woo langsung cemas. tapi maestro kang memberi Rumi kode untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Karena ada kecelakaan kecil mobilnya menuju danau dia lalu jatuh ke danau", kata maestro Kang.
"Pendengaranku tiba-tiba hilang lagi tadi", kata rumi berbohong.
"Kamu tidak apa-apa khan?"tanya Gun Woo cemas.

Saat berdua dengan maestro Kang, dia berkata ingin belajar lagi darinya untuk membukikan bahwa yang dulu dikatakan maestro tentang kekurangannya itu tidak benar.
"nanti jika aku sudah terkenal, aku ingin mengatakan pada dunia bahwa orang yang mengajariku adalah Anda, dan konduktor terbaik itu adalah Maestro Kang Gun Woo bukan Maestro Jung Myung Hwan", kata Gun Woo
Maestro Kang terharu atas ucapan Gun Woo. Gun Woo tersenyum.

Gun woo lebih lagi ingin menganggap Maestro Kang kakaknya, karena Maestro seumur dengan kakak kandungnya.

Suk Ran city orkestra mengadakan pertunjukkan sederhana di lobby gedung seni. Solois nya adalah pemain biola ternama yang mendapat penghargaan international. Para pemain cadangan yang menyaksikan proses gladi resiknya merasa minder terutama Bae Yong Gi. Apalagi karena pemain profesional pun tah kalah mendapa koreksi dari maestro Kang bila permainannya kurang baik. Dari sejumlah pemain cadangan kakek Kim Gab Young lah yang diajak maestro Kang bermain untuk penampili mereka tidak melihat Kim Gab Yong setelah beberapa lama keluar ke toilet. Gun Woo menyusul mencarinya.

Gun woo berhasil menemukan kakek Kim, tapi Gun Woo merasa heran karena Kakek Kim berperilaku aneh. Dia seperti menganggap ini adalah hari pertamanya bekerja di Seoul Orkestra.

"Ini bukan Seoul orkestra ,kita di Suk Ran Kek, dan kakek tidak perlu berbicara sesopan itu padaku", kata Gun Woo heran.
Ternyata kakek sesaat ingatannya seperti kembali ke masa silam. Tanda-tanda penyakit dimentia (kepikunan) yang dia cemaskan mulai muncul. Gun Woo menceritakan keanehan itu pada Rumi.
Tak hanya itu saja saat pertunjukkan sebenarnya berlangsung, kakek tiba-tiba kehilangan konsentrasinya. pandangannya kabru dan dia membunyikan nada yang salah dan mencolok ditengah-tengah pertunjukkan.
Ha Yi Deun yang mengetahui kondisi kakek sanga cemas akan hal itu.

Setelah pertunjukkan itu sukses, walikota ingin maestro Kang mengadakan konser lagi yang lebih besar. Walikota menginginkan SukRan orkestra membaakan komposisi yang banyak diminta masyarakan yaitu Beethoven Symphony no ) beserta choralnya (paduan suara). Maestro Kang sempat keberatan karena jumlah pemain utamanya kurang untuk membawakan komposisi itu lagian dia tidak mempunyai paduan suaranya. Sekertaris walikota mengusulkan agar maestro kang mau menyeleksi lagi para pemain cadangan untuk memenuhi jumlah pemain yang dipersyaratkan untuk membawakan komposisi ini.

Audisi untuk pemain cadangan pun dimulai. Mereka terkejut dan senang bahwa komposisi yang disodorkan untuk mereka mainkan adalah Beethoven Symphony no 9 choral.
Komposisi yang diam-diam mereka latih siang dan malam. Mereka tersenyum-senyum dan pura-pura kaget dengan komposisi yang disodorkan karena begitu sulit. Mereka bisa memainkan komposisi itu dengan baik. Maestro Kang sempat heran, dia lalu mencari informasi, dia jadi tahu bahwa sebulan ini mereka kerap berlaih sendiri. Namun maestro Kang tetap memuji mereka karena dengan hanya berlatih sebulan mereka telah maju pesat. Mereka pun diterima untuk ikut main di konser, kecuali Kakek Kim Gab Young. Rupanya Maestro kang tahu soal desas desus penyakit Kakek Kim, dia juga pernah mendengar pembicaraan Yi Deun dan kakek di toilet saat membicarakan penyakit kakek.

Kakek Kim tidak terima dia menghadap Maestro Kang sendirian. Teman2 lainnya prihatin dan menguping dari luar. Kakek Kim ingin diberi kesempatan ke dua. Jika terbukti salah lagi di baru akan mengundurkan diri. Tetapi maestro Kang tidak mau mengambil resiko dia tetap dalam pendiriannya.
"Aku sekarang lebih baik mengambil pemusik jalanan yang secara fisik sangat baik yang bisa membawakan lagu 10 jam nonstop", kata Maestro Kang.
Kakek kecewa. Maestro kang tidak mau menerima penderita dementia. Tapi Kakek menolak mengakui bahwa dirinya menderita dementia. Ru mi menangis mendengar pembicaraan mereka. Rumi bisa merasakan kesedihan Kakek yang nasibnya tidak beda jauh darinya.

Kakek lalu ke pusat perbelanjaan. Dia memainkan oboenya di sana. Ha Yi Deun cemas melihat kelakuan kakek.
Beberapa teman lalu ikut mengiringi kakek maen musik di jalanan. Tapi setelah 3 jam kakek meminta semuanya pergi.

Ru Mi masuk ke ruangan maestro Kang. Dia melihat maestro Kang sedang tidur beristirahat di kursi malasnya. Dia lalu terbangun. Rumi mengomentari maestro Kang yang tertidur
"Ternyata maestro Kang tampak damai kalau lagi tidur ya. Sebenarnya orang yang damai saa idur itu berhati lembut. Perilaku Anda selama ini hanya topeng bukan, supaya terlihat garang dan idak ada orang yang berani mendekat?" tebak Rumi
Rumi berkata bahwa Kakek Kim sedang mengamen di jalanan.
"Jika Kakek bisa main 10 jam nonstop brarti Maestro Kang akan menerimanya khan ,sebagai orang yang berhati lembut?" pancing Rumi

Gun Woo mengajak maestro Kang makan di luar. Gun Woo ternyata mengajak maestro Kang ke tempat di mana dia bisa melihat sendiri Kakek Kim bermain musik di tempat umum. Maestro Kang penasaran dia akhirnya makan di pelataran di mana dia bisa melihat Kakek Kim main musik.
Mereka duduk di sana cukup lama. Gun Woo berkata bahwa dia sampai bertaruh dengan Rumi bahwa kata Rumi maestro Kang akan menerima Kakek Kim karena sebenarnya maestro Kang punya hati yang lembut. Maestro Kang berusaha cuek sambil minum dan membaca dia sesekali memperhatikan Kakek Kim dan merasa kasian.
Stelah bermain 8 jam Kakek Kim terlihat mulai lelah dan tangannya pegal, dia juga beberapa kali mengganti mouth piece nya. Tapi Gun Woo memuji ketahanan Kakek Kim yang bisa tetap berdiri mantap walau bermain selama 8 jam.

Ketika matahari mulai tenggelam, Kakek Kim diusir oleh petugas di sana karena sudah terlalu lama main dan dirasa menganggu. Kakek Kim dengan memelas terpaksa pindah mencari tempat lain. Saat Kakek Kim akan main di tempat yang baru, ternyata di dekat situ suatu cafe baru saja buka. Mereka meneyetel lagu berirama cepat dengan loud speaker yang keras. tak ketingalan di depan cafe pun beraksi para dancer seksi. Gun Woo dan Maestro Kang mulai cemas, tetapi Kakek tetap konsisten memainkan oboenya. Akhirnya pengelola cafe itu pun muncul, dia terganggu akan permainan Kakek di dekat tempat bisnisnya. Kakek memohon bisa main 30 menit lagi karena dia punya janji dengan seseorang (janji unuk main 10 jam).
"setelah 30 menit saya akan bermain di dalam tanpa menerima bayaran", pinta kakek
Tapi pengelola itu tidak peduli dia bahkan mengejek musik klasik bisa menghilangkan selera orang minum bir di barnya dia lalu menendang wadah oboe kakek dan memanggil anakbuahnya untuk mengusir kakek. Maestro Kang geram mendengar musik klasik dan pemainnya dilecehkan begitu. Tak disangka oleh Gun Woo, Dia maju menghadapi orang-orang itu. Maestro Kang juga berkata bahwa Kim Gab Young ini adalah pemain oboe utamanya di orkestra.
Maestro Kang balik akan mengadukan pengelola kafe yang menggunakan musik dan penari untuk menarik pelanggan. Anak buah pengelola cafe itu maju menghadapi maestro Kang, tapi Gun Woo sudah siap membantu. Dia langsung beraksi memiting lengan orang tersebut dan menghubungi temannya di kepolisian (keren dong jagoannya ari hihihi).

Maestro Kang lalu bicara Bahwa Kakek baru bermain 9 jam 35 menit. Namun maestro kang menyuruh Kakek cepat isitrahat karena besok kakek harus datang latihan.
Gun Woo dan Kakek lega maestro Kang menerima Kakek lagi.

Hari itu latihan pertama bagi para pemain cadangan bergabung dengan tim inti. Tim inti langsung dibagikan partitur baru. Maestro Kang memina semuanya memainkan bagiannya masing-masing. Para pemain inti yang baru mendapat partitur itu banyak dikritik maestro Kang karena tidak tepat memainkannya. Sedangkan Rumi dan teman-temanya hari itu lolos dari kritikan.

Malam hari maestro Kang menghubungi Rumi, dia ingin besok Rumi datang ke tempatnya. Dia ingin rumi memperbaiki buku partiturnya karena jilib bukunya rusak dan halamannya tercecer. Rumi berkata bahwa besok dia sudah ada janji jalan dengan Gun Woo. Rumi menawarkan diri untuk datang saat itu juga. Sambil memperbaiki jilid buku yang rusak, Ru mi memperhatikan Maestro Kang yang sedang mempelajari partitur musik. Walau tidak dimainkan Rumi bisa menebak komposisi apa dan bagian mana yang dipelajari maestro Kang.
"Aku ini bisa telepati, bi a mendengarkan musik yang ada di kepalamu", kata Rumi bangga. Tapi sebenarnya sekarang RUmi yang bangga pada maestro Kang, dia menuliskan kata the best di halaman depan buku maestro Kang.

Esok harinya Rumi dan Gun Woo berkencan.
Telinga Rumi sempat berdenging, tapi kemudian normal lagi. Lalu ditengah jalan mereka tak sengaja berpisah.
Mereka berdua saling mencari tapi malah berselisih jalan. Saat Rumi melihat Gun Woo tiba-tiba sakit kepalanya kambuh telinganya berdering kencang. Dia tiba-tiba berhenti saat menyebrang jalan dan tidak melihat ada kendaraan lewat.

Gun Woo tak berhasil menemukan Rumi. Dia cemas dan bingung, dia lalu pulang ke rumah. Dia bertanya pada maestro Kang
"Apa Rumi mampir kemari?", katanya panik. Maestro Kang meminta Gun woo tenang dan bercerita apa yang terjadi.
"Rumi kembali merasakan telinganya berdering. AKu kehilangan dia dan dia tidak meneleponku", kata GUn Woo masih panik. HP Rumi rusak sejak dia tenggelam di danau. Tapi Maestro Kang masih cuek
"Telinganya memang begitu dia khan hampir tuli, nanti juga dia pasti menelepon".

Sejam sudah berlalu, belum ada kabar dari Rumi. Kali ini maestro Kang mulai cemas juga. Dia menanyakan nomer telepon kosan Rumi. Pada saat itu Gun Woo tiba-tiba curhat.
"Yang maestro katakan bahwa kita paling sulit menilai diri kita sendiri, itu benar, aku sekarang baru mengetahuinya. Dulu aku menilai dia (Rumi) cantik dan menawan. tapi saya menyadarinya saat dia tidak di sisiku.
Rumi menempati tempat istimewa di hati saya"

Maestro Kang tertegun mendengarnya (ngerasa keduluan atau apa nih)

Gun Woo kembali mencari Rumi berkeliling kota naik mobil. Rumi ternyata saat kepalanya sakit dia sempat pingsan. Pengendara mobil yang hampir menabraknya lah yang membawanya ke rumah sakit. Dari orang itu Rumi diberitahi bahwa dia pingsan selama 90 menit. Rumi sadar Gun Woo pasti bingung mencarinya dia lalu mencari telepon umum. Maestro Kang menghubungi Gun Woo yang tengah mencari Rumi, dia menanyakan perkembangan terakhir. Maestro Kang juga berkata Rumi tak datang ke tempat latihan.
"Aku benar bisa gila kalau begini", kata Gun Woo
"Gun Woo tenanglah, lapor saja ke polisi", saran maestro Kang
Lalu tak sengaja Gun Woo melihat Rumi di telepon umum. Tanpa sempat menutup telepon dia langsung membanting setir dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. dia turun dari mobil dan lari melompat pagar pembatas menghampiri Rumi (macho banget dah).
"Kamu pergi kemana tadi, aku pergi ke sana kemari mencarimu", kata Gun Woo
Gun Woo langsung memeluk Rumi erat.
"Gun Woo malang, pasti kamu cemas sekali ya, maafkan aku ya", kata Rumi menenangkan Gun Woo
"Saya pikir saya hampir mati, aku rasanya tak sanggup bernafas", ujar Gun Woo
Maestro Kang mendengar pembicaraan itu semua dari telepon yang belum dimatikan. Dia kembali tertegun.

Rumor mengenai Kakek Kim yang menderita dementia juga menyebar ke pemain inti. Mereka mulai merasa kecewa apalagi sikap Kang Ma Eh yang kerap mencerca mereka tak kenal sopan santun. Maestro Kang datang dan kembali memimpin latihan. Lagi-lagi dia tidak puas karena banyak pemain yang rasanya bermain di luar standarnya. Seorang pemain berdiri dan mengajukan protes
"Jika ada yang berdiri lagi, aku suruh keluar!", tegas Maestro Kang.
Maestro Kang juga tak segan-segan memarahi pemain biola utama (concert master). Hal ini kembali memicu protes pemain inti.
Latihan lalu dilanjutkan. Maestro Kang tidak puas dan kembali marah-marah. Dia mengatakan latihan sampai harus dilanjutkan sampai tengah malam. Pemain clarinet yang membuat kesalahan yang tidak perlu langsung diusir maestro Kang keluar. Temannya berdiri protes membelanya.
"Aku sudah katakan tadi yang berdiri lagi juga harus keluar! Ayo keluar!", ujar maestro Kang marah
Concert Master tak sabar lagi dengan perlakuan maestro Kang pada teman-temannya. Dia lalu mengajak teman-temannya pergi.
"Masuknya pemain tak berpengalaman, Konduktor yang tidak bisa mengontrol lidahnya, sudah di luar batas toleransi kami", kata concert master "Kita lihat apa tetap ada konser pertama dengan hilangnya separuh pemain", tantang concert master sambil beranjak pergi.
Satu persatu pemainnya beranjak pergi sampai tinggal setengahnya.
Maestro Kang hanya diam menahan kesal.

beethoven virusepisode 7

Hari ini hari pertama latihan Sukran City Orkestra dimulai. Maestro Kang sudah hadir. Tapi dia belum melihat Gun Woo hadir di sana. Lalu maestro Kang dikejutkan oleh hadirnya Du Ru Mi dan teman-teman dari orkestra lamanya lewat pintu belakang. Maestro akhirnya sadar bahwa mereka adalah pemain pengganti yang diusulkan Gun Woo. Gun Woo lalu datang belakangan. Maestro Kang menegurnya karena terlambat
"Ayo kamu cepat duduk di tempatmu!", kata mestro Kang menyuruh Gun Woo
"Tidak tempatku di sini bersama mereka", sahut Gun Wo dengan tersenyum menantang.
Teman-temannya kaget tak menyangka Gun Woo berbuat seperti itu. Maestro kesal karena merasa Gun Woo membangkangnya. Maestro Kang lalu memaksa Gun Woo dan teman-temannya keluar dari ruangna latihan.

Di luar baik bibinya dan juga Bae Yong Gi khawatir dan tak mengerti jalan pikiran Gun Woo yang malah mau cari masalah lagi.
"Aku khan membalaskan dendammu Hyung", kata Gun Woo tersenyum pada Bae Yong Gi.
Gun Woo mendapat sms dari Du Ru Mi dia lalu pergi mencari Du Rumi

Kakek Kim Gab Young berinsiatif membagikan partitur untuk latihan bagi para pemain pengganti seperti mereka
"Apa kalian mau diam saja? paling tidak kita harus menunjukkan kemampuan kita jikalau nanti dibutuhkan", ajaknya.
Kim gab Young lalu membagikan partitur Beethoven Symphony no 9 choral.
"Dari hasil survey Du Rumi, inilah komposisi yang paling dinanti penonton", tambah kakek Kim.
Kakek Kim menyuruh mereka untuk menyisihkan waktu sehari untuk latihan bersama tapi tanpa sepengetahuan maestro Kang



Maestro Kang keluar ruangan mencari Gun Woo. Dia bertanya pada pemain2 di luar
"Tadi dia keluar mencari Du Rumi"
"Tolong jangan terlalu memarahi dia, dia masih muda", saran kakek Kim
"aku tidak menyalahkannya, aku menyalahkan jariku yang memanggil dia untuk audisi", jawab maestro Kang.

Di luar Ru Mi memarahi Gun Woo, karena menurutnya Gun Woo menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan maestro Kang padanya.
"Apa kamu takut dan minder karena sekarang dikelilingi para profesional yang semuanya bagus?", sindir Ru Mi "Apa kamu lebih nyaman menjadi kepala ular dari pada ekor naga?"
(kalau di ungkapan kita lebih memilih ikan besar di kolam kecil dari pada ikan kecil di kolam besar, jadi gun woo menurut rumi takut jadi ikan kecil di kolam besar)
"Aku ingin bermain gembira bersama teman2ku belajar conducting bukan jadi pemain tetap di sana", jawab Gun Woo
"Mengapa kamu tidak berusaha dengan mendaki dari sana tapi malah memilih merangkak dari bawah?!", sindir Rumi
"Kau mengapa jadi marah kepadaku?"gun woo heran
"Marah? tadinya aku bangga, lalu iri padamu karena kamu punya bakat dan kemampuan yang tak kumiliki. Tapi sekarang aku tahu kamu ini tidak punya ambisi dan juga tolol"

Maestro Kang sudah beberapa saat mendengarkan pembicaraan mereka berdua, akhirnya dia memotong
"Du Rumi mengatakan hal yang bagus yang ingin kukatakan", komentar maestro Kang.
"Kau pikir kau kumaksukkan ke orkestraku karena bakat dan kemampuanmu? Kau salah, karena bakatmu masih kurang maka aku masukkan supaya kau bisa mengejarnya", tambah maestro Kang
Maestro Kang lalu menyalahkan Gun Woo dan memecatnya dari orkestranya.
"Seperti yang Ru Mi katakan lagi kamu tidak punya ambisi, keinginan dan tekad yang membara", sindir maestro Kang sambil menekan tongkat konduktornya ke perut Gun Woo "Kau hanya mengedepakan kesetiakawan dan kepedulian khan?"
Gun Woo tak terima
"Menurutmu untuk mencapai ambisi itu hanya dengan tangan dan hati yang dingin?! aku akan buktikan kepadamu!", tekad Gun Woo

Du Rumi mendengar Gun Woo dipecat oleh maestro Kang. Dia ingin menghadap maestro Kang. Ru Mi menanyakan alasannya
"karena dia pemain pengganti aku boleh memecatnya kapan saja", kata maestro kang dingin
"Gun Woo dia anak yang cerdas kau tak perlu mengeluarkannya", protes Du Rumi
"Oh ya bahkan orang yang bodoh pun berhak bermain musik khan tapi main musik terlalu berlebihan untuk orang yang tuli khan?"
Maestro Kang jadi teringat sesuatu dia meminta hasil pemeriksaan kesehatan Ru Mi.
Rumi panik
"Buat apa hasil test jika aku dinyatakan benar-benar sehat", katanya gugup
Maestro Kang tak percaya begitu saja , dia menelepon sendiri dokter temannya itu. Ru Mi makin gugup.
Maestro Kang menanyakan hasil pemeriksaan Rumi
"penyakitnya serius. Ada tumor yang mengenai bagian auditorinya, tapi dia minta dirahasiakan ini darimu.", kata dokter
Maestro Kang kaget tapi dia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya di depan Du rumi. Dokter itu mengatakan tumornya harus diambil tapi nanti pendengarannya bisa terganggu.
"Tapi anak itu meminta kalau toh dia akan kehilangan pendengaran dia minta itu ditunda sampai dia merasa benar tak kuat atau tak bisa mendengar. Dia berkata dia ingin konser dulu selama dia masih bisa mendengar. Saya pikir anak itu tegar dan berpikir positif"
Melihat reaksi Maestro Kang yang baik Rumi mengira dokter itu merahasiakannya dari maestro Kang. Rumi lega.

Setelah Rumi keluar, maestro Kang diam dan tertegun mengingat perkataan temannya dokter tadi.
Saat bertemu Rumi lagi maestro Kang ingat perkataan temannya "Saya pikir anak itu tegar dan berpikir positif"
"Tidak kamu ini tolol dan bodoh!", katanya pada Ru Mi

Hubungan para pemain orkestra inti dan para pemain cadangan tidaklah harmonis. Bae Yong Gi sempat tak sengaja menjatuhkan denagn keras alat musik milik pemain inti. Dan hal ini menambak keributan antara mereka, terutama pemain frech horn yang tidak suka pada pemain lama. Pemain lama/cadangan dituduh mengalami inferiority complex dan bertindak tak wajar. Du Rumi dan kawan-kawan tak terima.
Keributan semakin menjadi saat Ha Yi Deun datang dan ikut bergabung dengan pemain cadangan. Ha yi Deun yang terbiasa rame khas anak remaja dirasa menganggu konsentrasi para pemain inti. Dia diprotes pemain frech horn inti.
Yi Deun yang berani tak terima. Dia balik mengata-ngatai mereka.
Keributan mereka ketahuan oleh maestro Kang. dia mengusir Yi Deun keluar.

Setelah dipecat oleh maestro Kang, Gun Woo mencoba untuk meminta menjadi murid maestro Jung Myung Hwan. Maestro Jung Myung Hwan kebetulan sedang ada pertunjukkan . Gun Woo telah membuat draft kalimat permohonannya yang dia harus sampaikan pada maestro Jung dan melatihnya di depan kaca di toilet pria. Ternyata pada saat yang sama maestro Jung sedang buang hajat di toilet.
Maestro Jung yang mendengar kata-kata Gun Woo heran
"Ada Kang Gun Woo yang belajar pada Kang Gun Woo?". lalu saat dia keluar dia berkata "Hey mengapa kamu diusir Kang Gun Woo?"
Gun Woo kaget setengah mati.

Gun Woo lalu menunjukkan permainan terompetnya di depan maestro Jung. Gun Woo membawakan "Flight of the bumblebee" yang berirama cepat dan nada kromatik yang sulit dengan benar.
Maestro Jung terkesan juga dengan Gun Woo apalagi saat mengetahui Gun Woo tidak punya pendidikan musik yang memadai.
Gun Woo bertanya apa betul dalam belajar musik kita tidak bisa melakukannya dengan kegembiraan.
"Mozart yang genius dia juga bermusik sambil bersenang-senang", kata maestro Jung.
Maestro Jung juga bercerita Mozart bisa menuliskan partitur Allegri's Miserere yang masa itu hanya dibawakan di gereja pada umur 14 tahun.
Maestro Jung ingin mengambil Gun Woo sebagai muridnya tapi dia harus bicara dulu dengan Maestro Kang.

Maestro Jung pergi menemui Maestro Kang di rumahnya (rumah gun woo juga). Maestro Kang terkejut melihat Jung Myung Hwan membawa serta Gun Woo dengannya. Gun Woo serba salah, maestro Kang tersinggung. Pembicaraan jadi kaku
"Aku memang sudah mengusirnya ambil saja dia!", maestro Kang emosi.
Maestro Jung meminta Gun Woo kembali berpikir dan memilih.
"Aku tidak mau dibimbing orang yang sudah tidak mau lagi menerimaku!", balas Gun Woo

Jung Myung Hwan minta memberikan waktu satu minggu kepada Gun Woo untuk berpikir sebelum dia pergi meninggalkan korea.
Gun Woo pergi ke luar rumah dengan kesal. Dia lalu bertemu Du Rumi. Rumi berusaha empati, dia juga menawarkan pekerjaan di sekolah musik kenalannya. Tapi Gun Woo sedang bad mood dan tak mau dikasihani
"Apa kau ini ibuku apa?!", Gun Woo jadi ketus
mereka hari itu bertengkar.

Keesokan harinya, Gun Woo merasa bersalah pada maestro Kang. Dia pagi itu jadi berbaik hati melayani dan mengantar maestro Kang. Di mobil dia berkata bahwa dia berpikir semalaman.
"Jika kau masih mau menerimaku tentu aku memilih tetap bersamamu", aku Gun Woo jujur
Tapi maestro Kang sudah terlanjur kesal.
"Kalau begiu etaplah berbaik hai padaku sampai saat kau pergi nanti!", jawab maestro kang dingin.

Ru Mi menemui maestro Kang. Maestro Kang bicara sesuatu padanya tapi Rumi tak mendengar suara apa-apa. Dia bingung tapi ternyata dia masih bisa mendengar musik yang diputar dari CD player. Ru mi sadar maestro Kang mengerjainya.
"Kau mengerti ucapanku tadi tidak? kau harus mulai berlatih mengerti omongan dari membaca gerakan bibir seseorang", sindir maestro Kang
Dia lalu memberi sekotak permen pada Rumi. Tapi dia menambahkan permen itu sudah kadaluarsa.
Ru Mi bertambah kesal, tapi ketika dia lihat isinya sudah diganti jadi permen karet.
Ru mi meng sms maestro Kang
"Ini khan permen karet bukan permen"
Maestro kang membacanya dia lalu balas meng-sms sambil tersenyum-senyum (baru ngeliat oom kang senyum nih)
"makanlah siapa tahu tulimu bisa sembuh karena makan permen itu"
Maestro Kang lalu membuka komputernya dia membaca ulasan dan artikel tentang penyakit yang diderita Du Rumi.
(ternyata diem-diem perhatian)

Maestro Kang memanfaatkan perasaan bersalah Gun Woo untuk minta tolong bermacam-macam hal. Gun Woo walau kepayahan tapi tidak mau mengeluh. termasuk mencari pesanan wine yang susah ditemukan di kota itu. Maestro Kang tidak menemukan buku musiknya. Dia menelepon Gun Woo. Ternyata gun woo meminjamnya dia minta maesto kang mengambil sendir di kamarnya karena dia sibuk berbelanja keperluan maestro kang. Maestro Kang baru kali ini ke kamar Gun Woo yang berantakan itu. Di meja tulis, maestro Kang menemukan lembaran musik yang ditulis oleh Gun Woo. Dia membacanya dan sadar bahwa itu Allegri's Miserere.

Gun Woo pulang ke rumah. Dia langsung dipanggil maestro kang.
"Kau menulis Allegri's Miserere ini menyalin atau dari mendengarkan?"
"aku mendengarnya", jawab gun woo
"Kau mau sok seperti mozart belajar dengan cara itu?!. memang berapa kali kau mendengarnya"
"satu kali , tapi aku tidak berhasil menuliskan bagianterakhirnya", jawab gun woo tenang.
maestro kang sempat tertegun tapi dia gemas dengan cara belajarnya. Maestro Kang ingin langsung mengajari Gun Woo lalu di depan pianonya dan menekan 2 tuts nada bersamaan
"Ini apa?"
"do dan sol", jawab gun woo
"chordnya apa? emang kau tidak belajar di sekolah dulu?!", maestro Kang gemas
"aku sering tidur waktu pelajaran musik", sahut Gun woo
Dia lalu menakan 2 nada lagi tapi gun woo hanya menyebut nada-nadanya bukan akordnya. maestro kang memarahinya. Dia lalu menekan 3 nada tapi kembali gun woo salah menyebut akordnya dia hanya mengenal nada-nadanya saja.
Maestro Kang tidak sabar lagi dia menggebrakkan ke lima jarinya di atas piano karena kesal.
tapi Gun woo trenyata malah menjawabnya lagi dengan cepat dan juga kesal
"c, d, e mol, f kres, g kres. iya aku memang bodoh tidak tahu akord . kamu puas!", gun woo langsung pergi.
Maestro kang tertegun, dia melihat posisi jari-jari tangannya di atas piano yang tak sengaja tertekan tadi dan gun woo menyebutkan semuanya dengan tepat.

Maestro Kang di kamarnya begitu gelisah. dia berbicara sendirian.
"Anak itu punya bakat yang luar biasa, tapi dia tidak berbuat apa-apa dengan itu?!?" Maestro kang merasa begitu gemas pada Gun Woo padahal dia punya bakat alami yang membuat dirinya pun iri.

Tak lama kemudian ada tamu ke tempat mereka. ternyata maestro Kang mengundang Jung Myung Hwan untuk bertemu dengannya. Maestro Jung menebak pasti Gun Woo dan maestro Kang sedang ribut.
Maestro Kang berbicara secara pribadi dengan Jung Myung Hwan di ruangannya.
Setelah selesai mereka keluar. Maestro Jung bicara pada GUn Woo
"Gurumu secara resmi sudah menyetujui dan memberikanmu padaku. Nanti aku akan carikan sekolah yang tepat untukmu. Nanti kita bertemu di bandara ya", kata maestro Jung.

Gun Woo menelepon Rumi dari telepon umum.
"Ibu...", sapa Gun Woo iseng
"Gun woo ya. iya ada apa anakkku. ", balas Ru mi "kenapa? kau telepon dari telepon umum karena takut teleponmu tak diangkat olehku ya", sahut Ru Mi yang tahu Gun woo pasti merasa bersalah padanya.
Gun woo berkata bahwa dia akan pergi, mereka lalu berjalan-jalan malam itu. mereka berjalan bergandengan tangan.

"kamu pasti sedih ya maestro Kang memperlakukanmu demikian", kata rumi berempati
"dia berkata aku tidak berbakat", kata Gun Woo sedih (bohong padahal maestro kang jaim tuh)
Ru Mi tidak menyangka bahwa Gun Woo ternyata harus pergi mulai besok.

Mereka berdua lalu duduk di bangku di pinggir jalan
"waktu aku tahu rasa kamu menyia-nyiakan bakatmu aku rasanya ingin menamparmu. tapi sekarang ketika kamu serius dan mau pergi aku merasa berat ditinggalkan olehmu", kata Rumi
"aku juga sebenarnya berat mau pergi", jawab Gun Woo (deu.. ga mau pisah ma Du Rumi ya)
"Tapi aku punya instuisi yang tajam loh ketika pertama aku bertemu dengamu aku yakin kamu pasti bakal hebat", kata rumi bangga
"kalau begitu kamu bisa menebak ga apa yang akan terjadi satu menit lagi?", tanya Gun Woo. Dia lalu mendekat perlahan akan mencium Rumi
Ru mi mulai gugup
"terjadi apa ya..eee..ger...hana bubu..lan? kau.... menemukan uang?" gun woo semakin mendekat "aaa...tau ciuman", kata rumi gugup
Gun woo merasa lucu. dia tak jadi mencium malahan tertawa
"Harusnya yang seperti itu tidak kau jawab", katanya masih tertawa.

Rumi tak enak juga agak kecewa.
"Bagaimana kalau kita ulangi lagi", ajaknya berani.
Gun woo merangkul Rumi dan bergerak mendekatinya.
Saat hampir berciuman Rumi tiba-tiba kaget dan langsung berdiri.
Maestro Kang sedang berjalan-jalan dengan thoven (anjingnya) ke arah mereka.
Maestro Kang menyindir mereka yang bermesraan di tempat umum (perasaanku langsung berkata mereka berdua tidak ditakdirkan bersama di sini).
"Kalian mau pamer hubungan kalian ya", sindirnya
"Kami tidak ada hubungan apa-apa kau, cuma suasana malam yang pas membawa kami....", jawab Rumi malu
"Thoven sepertinya mereka jadi ingin suasana romantis. ayo kita pergi", kata maestro Kang mengajak thoven pergi

Setelah maestro kang pergi. Gun Woo bertanya
"Jadi kita ini tidak ada hubungan apa-apa? kupikir kita berhubungan"
"oh maksudnku kita khan belum berpacaran secara serius", jawab Rumi canggung.
Gun Woo lalu mengatakan bahwa dia punya rekaman video konser mereka waku lalu.
Ru mi menonton VCD itu di komputernya. Saat melihat rekaman lagu pertama waktu dia tidak mendengar, dia teringat maestro Kang yang saat itu tiba-tiba bisa membuatnya tenang dan keluar dari kepanikannya

Keesokan harinya pagi-pagi sekali. Gun Woo sudah menyiapkan semua keperluan maestro Kang, dari baju-baju yang sudah dia cuci semua, bersih-bersih sampai meyiapkan sarapan.
Gun Woo pamit tapi Maestro Kang hanya diam di kamarnya tidak mau keluar.
Gun Woo merasa tiba-tiba dia jadi ingin memperhatikan Kang Ma Eh. Gun Woo tetap bicara padanya walau pinu kamarnya ditutup.
"Guru, jangan lupa kau nanti harus makan ya, jika tidak bisa memasak, kau pesan masakann saja, itu lebih baik dari fast food. Dan jangan terlalu sering minum obat tidur, itu tidak baik. Lebih baik kau minum susu hangat saja ya", nasehat Gun Woo (dia mulai khawatir atau cerewet kayak emak-emak nih hehe)
Tapi kang mae eh tetap jaim tak mau keluar.
"Saya pergi guru"
Beethoven menyalak ingin mengantar gun Woo keluar tapi dia malah dimarahi Kang Ma Eh.

Di bandara, Gun Woo menelepon Ru Mi dia menitipkan maestro Kang pada Rumi. Gun Woo punya kakak seusiar Kang Ma Eh dia seperti menganggap Kang Ma Eh itu kakaknya sendiri.
Gun Woo lalu bertemu Maestro Jung. Gun Woo sudah siap menuju Busan. Dengan referensi dari maestro Jung dia akan mendaftar universitas di kampung halamannya. Maestro Jung lalu keceplosan berbicara tentang maestro Kang yang membuat Gun Woo penasaran.
"apa yang sebenarnya maestro Kang katakan tentangku?"
"Sebenarnya dia berkata hal ini jangan dikatakan padamu", kata maestro Jung sudah merasa ketahuan.
Maestro Jung lalu bercerita obrolannya saat berbicara berdua dengan Kang Ma Eh. Kang Ma Eh merasa bakat alami Gun Woo itu besar. tapi yang terlihat baru sedikit bagai puncak gunung es. Maestro Kang sendiri takut tidak bisa membimbing orang dengan bakat genius alami seperti Gun Woo.
"Aku takut dia nanti hanya jadi orang seperti. si hampir sempurna. alias hanya dapat A- (A minus)"
Kang Ma Eh tahu bahwa Jung MyunG Hwan yang terampil bersosialisasi bisa mencarikan kesempatan yang baik untuk Gun Woo. Dia meminta tolong pada rivalnya itu untuk mendidik Gun Woo.
"Aku baru kali ini mendengarnya meminta tolong", kata maestro Jung

Gun Woo tertegun mendengar cerita maestro Jung. Dia tak menyangka maestro Kang menilai dirinya seperti itu. Gun Woo mulai terlihat ragu. Maestro Jung tahu Gun Woo jadi ragu. Dia mendukung jika Gun Woo ingin kembali pada maestro Kang. Gun Woo lalu tidak jadi pergi dia berbalik dan berlari kembali pulang.
Dia pun semangat mengejar bis karena ingin cepat kembali.

Atas permintaan Gun Woo, Rumi menjemput maestro Kang yang sakit kakinya karena kelelahan berjalan-jalan dengan thoven sampai ke danau.
Maestro Kang lalu membicarakan soal pendengaran du rumi
"Tidak ada jalan untuk mengatasi pendengaranmu. Dokter itu temanku, kau tak bisa berbohong dariku
"Aku tahu, aku juga sudah ke rumah sakit lain dan semua dokter berkata aku akan tuli", kata Ru Mi pasrah
"Kamu ini tolol atau kamu belum bisa membayangkannya?!", Maestro Kang memarahi Rumi karena seperti tidak menyadari hal buruk yang bakal menimpanya
"Semua orang di sekelilingmu akan membisu, kau tidak mudah lagi bercakap-cakap, tidak bisa mendengar kicauan burung, suara ombak bahkan ada geledek atau mobil yang akan menabrakmu sekalipun kau juga tidak akan mendengarnya!", seru maestro kang mencoba menerangkan kemungkinan buruk yang diterima Ru Mi.
"Dan yang terutama musik dan biolamu itu semua akan hilang!"
"Aku tahu", Du Rumi mulai menangis

Tapi maestro Kang belum yakim rumi sadar akan hal buruk dan siap menghadapi semua itu.
Sedangkan Ru mi merasa maestro kang tidak tahu dia hati dia yang sebenarnya
Dia lalu menggambarkan hambatan besar yang akan dihadapi Rumi itu begitu menakutkan seperti jika dia tenggelam di danau di depan mereka.
"Lihat danau itu kotor, sangat dalam, dan tak berdasar, juga sangat sunyi, kau tidak bisa mendengar apa-apa, sampai kau putus asa sehingga kau mungkin ingin mati, dan tidak ada yang bisa membantumu. Tapi jika kau bisa mengatasinya kau akan kuat. jika tak percaya lompatlah ke sana", sindir maestro Kang.

Ru mi kesal dan panas dengan semua sindiran maestro Kang padanya.
"Aku akan buktikan", tantang Rumi
Dia lalu berlari menuju danau dan melompat terjun ke danau.

Maestro Kang terkejut, dia berteriak tak menyangka Ru Mi bertindak nekad.

beethoven virus

Drama Korea Beethoven Virus ini drama edukatif yang menarik , bermutu dan banyak memperoleh penghargaan. Disajikan untuk memperkenalkan menumbuhkan kecintaan terhadap musik klasik kepada masyarakat umum. Ditangani langsung oleh konduktor dan pemain musik kenamaan korea

Judul Asli : Beethoven Virus ( 베토벤 바이러스 )
episode : 18
Genre : Romance
Tayang perdana tahun 2008
Produser : Park Chang Shik
Sutradara : Lee Jae Kyu
Penulis : Hong Jin Ah, Hong Ja Ram


Ringkasan Cerita:
Menceritakan mengenai Konduktor tingkat dunia Maestrstro Kang Gun Woo yang saat di korea nasib mempertemukannya dengan seorang pemain biola Du Rumi dan seorang Polisi Kang Gun Woo yang pintar bermain terompet dan punya bakat alami musik yang hebat yang tak disadarinya.

Pemain
Kim Myung Min sebagai Kang Gun Woo / Kang Ma Ae (Konduktor)
Lee Ji Ah sebagai Du Ru Mi (Biola/violin)
Jang Geun Suk sebagai Kang Gun Woo (Terompet)
Lee Soon Jae sebagai Kim Gab Yong (Oboe)
Hyun Jyu Ni sebagai Ha Yi Deun (Flute)
Song Ok Sook sebagai Jung Hee Yun (Cello)

Park Chul Min sebagai Bae Yong Gi (Terompet)
Jung Suk Yong sebagai Park Hyuk Kwon (Bass)



Drama Preview

Sinopsis (on going)

episode 1 episode 11
episode 2 episode 12
episode 3 episode 13
episode 4 episode 14
episode 5 episode 15
episode 6 episode 16
episode 7 episode 17
episode 8 episode 18
episode 9
episode 10

Music Video
Classical Music in Beethoven Virus

Penghargaan
2009 Seoul International Drama Awards: Best Picture – Mini Series Award
2009 36th Korean Broadcasting Association Awards: Best Actor Kim Myung Min
2008 21st Producers Awards of Korea: Best TV Drama
2008 The 45th Baeksang Arts Awards: Best TV Actor Kim Myung Min
2008 MBC Drama Awards: Grand Prize Kim Myung Min
2008 MBC Drama Awards: Drama of the Year Award
2008 MBC Drama Awards: Male Newcomer Award Jang Geun Suk
2008 MBC Drama Awards: Special PD Award Lee Jae Kyu
2008 MBC Drama Awards: Golden Acting Award - Supporting Actor Park Chul Min
2008 MBC Drama Awards: Golden Acting Award - Mid-level Actor Song Ok Sook
2008 MBC Drama Awards: Writer of the Year Award: Hong Jin Ah and Hong Ja Ram
2008 The 2008 Grime Award: Special Award Song In-hyuk and Hong Sung-wook
2008 The National Assembly Society of Popular Culture & Media Award: Most Popular Drama in 2008
2008 The 9th Broadcaster Awards: Best Performance in Broadcasting Kim Myung Min
2008 The 3rd Korea Drama Festival: Grand Prize Kim Myung Min

Minggu, 01 Agustus 2010

drama korea beethoven virus

Buat para penggemar JGS aka sukkie....ini salah satu dramanya Oppa

Ini salah satu drama yang dibintangi Jang Geun Suk yang berjudul Beethoven Virus.
Drama ini disiarkan oleh stasiun TV korea MBC pada tahun 2008. Walau genre drama ini dikatakan drama romans dan komedi tapi inilah drama yang berusaha mengenalkan musik klasik kepada khalayak umum.
Drama yang berdurasi sebanyak 18 episode ini cukup mendapat hati pemirsa walau pada saat itu persaingan sedang cukup ketat. Drama ini dibintangi oleh Kim Myung Min, Lee Ji Ah dan Jang Geun Seok. Pembuatannya cukup apik sehingga tak heran drama ini menyabet banyak penghargaan. Terutama Kim Myung Min yang berperan sebagai maestro Kang bermain sangat baik di sini.
Cerita drama yang serupa musik klasik ini juga pernah dibuat di Jepang yang terilhami oleh sebuah komik.

Ringkasan cerita
Drama ini menceritakan seorang maestro, konduktor orkestra kelas dunia bernama Kang Gun Woo. Karena standarnya yang sangat tinggi dan tanpa kompromi dia sampai dijulukin Kang Ma- Ae atau "orkestra killer".
Nasib kemudian mempertemukannya seorang pemain biola Du Ru Mi. Du Ru Mi yang bekerja di kantor pemerintah adalah koordinator orkestra (music director) yang ingin memperkenalkan musik klasik di kotanya.
Maestro Kang juga harus menghadapi seorang polisi muda yang bernama sama Kang Gun Woo yang pandai bermain terompet tetapi tidak menyadari bakat jeniusnya dalam bermusik dan conducting.
Ketiga orang ini kemudian terlibat dalam cinta segitiga.
Sang maestro ini akhirnya harus membawahi grup orkestra yang baru dibentuk dengan pemain pensiunan juga para amatir dengan kemampuan pas-pasan yang sangat jauh dari standarnya yang sangat tinggi dalam dunia orkestra musik klasik.

Para pemeran



Kim Myung Min sebagai Kang Gun Woo / Kang Ma Ae (Konduktor)
Lee Ji Ah sebagai Du Ru Mi (Biola/violin)
Lee Ji Ah juga bermain di drama Style sebagai Lee Seo Jung
Jang Geun Suk sebagai Kang Gun Woo (Terompet)
JGS main di drama apa aja dah ah tanya penggemar aja hehe


Lee Soon Jae sebagai Kim Gab Yong (Oboe), bapak ini sering banget maen di drama pasti pada hafal.
Hyun Jyu Ni sebagai Ha Yi Deun (Flute), bermain di drama Iris sebagai Mi Jung pacar Vic
Song Ok Sook sebagai Jung Hee Yun (Cello) , bermain sebagai Geum Ja di Smile, dan SeuRi di QSD

Park Chul Min sebagai Bae Yong Gi (Terompet)
Jung Suk Yong sebagai Park Hyuk Kwon (Bass)
Lee Bong Gyu sebagai Park Jin Man , suami Jung Hee Yun
Kim Young Min sebagai Jung Myung Hwan , konduktor jenius kelas dunia
Lee Han Wie sebagai Kang Chun Bae, walikota

Penghargaan

2009 Seoul International Drama Awards: Best Picture – Mini Series Award
2009 36th Korean Broadcasting Association Awards: Best Actor Kim Myung Min
2008 21st Producers Awards of Korea: Best TV Drama
2008 The 45th Baeksang Arts Awards: Best TV Actor Kim Myung Min
2008 MBC Drama Awards: Grand Prize Kim Myung Min
2008 MBC Drama Awards: Drama of the Year Award
2008 MBC Drama Awards: Male Newcomer Award Jang Geun Suk
2008 MBC Drama Awards: Special PD Award Lee Jae Kyu
2008 MBC Drama Awards: Golden Acting Award - Supporting Actor Park Chul Min
2008 MBC Drama Awards: Golden Acting Award - Mid-level Actor Song Ok Sook
2008 MBC Drama Awards: Writer of the Year Award: Hong Jin Ah and Hong Ja Ram
2008 The 2008 Grime Award: Special Award Song In-hyuk and Hong Sung-wook
2008 The National Assembly Society of Popular Culture & Media Award: Most Popular Drama in 2008
2008 The 9th Broadcaster Awards: Best Performance in Broadcasting Kim Myung Min
2008 The 3rd Korea Drama Festival: Grand Prize Kim Myung Min

tales of symphonia


Summon Spirits

In spite of a tragedy in her past, Sheena is fully trained and capable of making pacts with powerful beings called Summon Spirits. The heroes must enter the elemental temples of the spirits and complete the trials in order to make the pact.

Efreet

Efreet is the red giant, also known as The Summon Spirit of Fire. The group first discovers Efreet when they go to the Triet Ruins after Colette has released the seal, and sheena must make a pact with him and depending on the time you do it, she is either very nervous, or very anxious to do this task. When Efreet attacks, he raises his fists and brings them down on his enemy, making a powerful explosion, and knocking his foe back. Sheena summons Efreet by muttering the incantation: "I call upon the red giant, the ruler of hellfire! I summon thee, come EFREET!"

Weakness: Ice

Fount at: Triet Ruins

Undine

Undine is the maiden of the mist, also known as The Summon Spirit of Water. The group first discovers Undine when they go to the Thoda Geyser to cure a fatal ailment on a friend of Sheena's from Sylvarant. When Undine attacks, she begins to cast several Spread attacks that rise up in unison around her and knock foes high into the air. Sheena summons Undine by muttering the incantation: "I call upon the maiden of the mist! I summon thee, come UNDINE!"

Weakness: Lightning

Found at: Thoda Geyser

Sylph

Sylph has 3 spirits: Sephie, Yutis and Fairess. They are the heavenly messengers also known as the Summon Spirit of Wind. They each have a weapon they specialize with. Sephie has a double-edged sword, which slices through enemies with ease, Yutis has a bow and arrows, and fairess has a giant shield. When they each attack, Sephie flies up with her sword and wind magic surrounds her sword, cutting through an enemy in its path. Yutis attacks by shooting multiple arrows at once, piercing the enemy with deadly force. Fairess runs at her enemy and crushes them underneath the weight of her giant shield. Sheena can summon Sylph by muttering the incantation: "I call upon the heavenly messengers! I summon thee, come SYLPH!"

Weakness: Earth

Found at: Balacruf Mausoleum

Luna and Aska

Luna and Aska are the light of the heavens, also known as The Summon Spirit of Light. The group first discovers Luna when Colette release the seal at the Tower of Mana, but exlaims that she can't form a pact without Aska being present. Since Luna is the pact maker, Aska doesn't show up in Sheena's summon. When Luna is summoned, she raises her staff and beams of light from the heavens rain down and cause devastation to all her foes. Sheena summons Luna by muttering the incantation: "I call upon the light of the heavens! I summon thee, come LUNA!"

Weakness: Dark

Found at: Tower of Mana

Volt

Volt is the hammer of godly lightning, also known as The Summon Spirit of Lightning. The group first encounters Volt at the Temple of Lightning when they need energy to power the Rheiards, but Sheena is torn apart when Volt strikes down Corrine. Sheena is devastated, but a few words from Lloyd has her back on her feet, ready to sacrifice everything to avenge Corrine's death. When Volt is summoned, he produces a big magic circle around him and then is surrounded by bolts of lightning, which obliterate anything in its path. Sheena summons volt by muttering the incantation: "I call upon the hammer of godly lightning! I summon thee, come VOLT!"

Weakness: Water

Found at: Temple of Lightning

Gnome

Gnome is the servant of mother Earth, known as The Summon Spirit of Earth. The group first encounters Gnome in the Temple of Earth. Sheena goes up to make the pact, but gnome makes fun of her for using "stuffy language". Talk about a spirit with attitude. He then goes from making fun of Sheena, to telling the group to prepare themselves. When Gnome is summoned, he falls from the sky and slams the ground, sending several stalagmites towards his foes and pushing them back. Sheena summons Gnome by muttering the incantation: "I call upon the servant of mother Earth! I summon thee, come GNOME!"

Weakness: Wind

Found at: Temple of Earth

Celsius

Celsius is the desciple of everlasting ice, also known as The Summon Spirit of Ice. The group first encounters Celsius at the Temple of Ice looking to sever the mana flow between Celsius and Efreet. When Celsius is summoned, she slams her hand on the ground and several shards of ice shoot out in every direction, piercing the enemy with devastating blows when they make contact. Sheena summons Celsius by muttering the incantation: "I call upon the desciple of everlasting ice! I summon thee, come CELSIUS!"

Weakness: Fire

Found at: Temple of Ice

Shadow

Shadow is an envoy from the dark abyss, also known as The Summon Spirit of Darkness. The group encounters Shadow deep down in the basement of the Temple of Darkness. When Shadow is summoned, he rises from the ground and a circle of dark energy surrounds him and waves of darkness begin to strike down the enemy. Sheena can summon Shadow by muttering the incantation: "I call upon the envoy from the dark abyss! I summon thee, come SHADOW"

Weakness: Light

Found at: Temple of Darkness

Origin

Origin is the ruler of all; heaven, earth and everything in between. Origin does not have an element that he can be allocated with. The group first encounters Origin when they are looking to reunite the worlds, Tethe'alla and Sylvarant. But in order for Origin to be released, Kratos must give his life in order to save the world... or does he? When Origin is summoned, he uses a special spell called Rameesh. This is a very powerful spell, which surrounds the enemy with 3 balls of energy, similar to Thunder Arrow, then they connect and anything caught in the middle is ravaged by the forces of energy. Sheena can summon Origin by muttering the incantaion: "The source of heaven, Earth, and everything in between, the ruler of all! I summon thee, come ORIGIN!"

Weakness: None

Found at: Forest of Treant

Maxwell

Maxwell is the ancient ruler of the elements, also known as The Summon Spirit of Birth. Like Origin, Maxwell does not have an element to be allocated with, but attacks using a mixture of several elements. The group encounters Origin when Sheena has made a pact with every Summon Spirit and Origin, and they go to the floating city in the sky, Exire, where Raine and Genis' mother resides. When Maxwell is summoned, he casts the most powerful spell in the game, Meteor Storm, which causes very large meteors to fall from the sky, and annihilate anything that gets in the path of a meteor. Sheena can summon Maxwell by muttering the incantation: "Ancient ruler of the elements! I summon thee, come MAXWELL!"

Weakness: None

Found at: Exire

Corrine

Corrine is the Summon Spirit of Heart. Corrine was a created Summon Spirit. He was born at the Elemental Research Laboratory in Sybak, and was Sheena's very first Summon Spirit. In the experimental stage, Corrine suffered painful experiences in the experiments he was used in, which caused him to be very cold towards the researchers of Sybak. Sheena rescued him from the experiments and formed a pact with him, bonding them together since then. During the groups trip to the Temple of Lightning, Corrine sacrifices himself in order to protect Sheena from Volt's assault. When Sheena goes to Iselia village, she hears Corrine calling out to her. The group heads to the Temple of Martel to investigate, and Corrine appears at the shrine, but he is in a new form, a form that goes by the name of Verius and tests Sheena by reading her mind. She passes the test, but Corrine will not join her again, but says he will always be with her in her heart. Sheena doesn't need an incantation to summon Corrine so all she says is: "I summon thee! Let's go Corrine!"

Weakness: None

Found at: N/A


;